man7jakarta

MAN 7 JAKARTA JL. Binawarga 99 Kp. Kalibata Srengseng Sawah Jakarta Selatan Telp. 7864201

Jumat, 26 Agustus 2016

Tidak ada komentar :
MAN 7 JAKARTA GELAR WORKSHOP PENDIDIKAN KARAKTER
JAKARTA ( Humas Man 7) , Model Pembelajaran Pendidikan Karakter dalam Praktik Kelas dengan Pendekatan Literasi Kritis, Materi yang disampaikan oleh praktisi Pendidikan Retno Listyarti, S.Pd, M.SI, pada workshop MAN 7 Jakarta sabtu 23 Juli 2016. Retno  menyatakan Pengajaran adalah istilah yang mewakili peranan dominan guru sebagai pengajar, sedangkan pembelajaran menuntut peran aktif siswa sekaligus mengoreksi peranan dominan guru. Oleh karena itu, istilah pengajaran dan pembelajaran bukan hanya istilah teknis, tetapi istilah yang memangku perubahan paradigma itu sendiri.
Lebih lanjut beliau mengatakan “Perubahan paradigm pembelajaran adalah merupakan tuntutan dari reformasi pendidikan, yang merupakan perubahan mendasar dari pengajaran menjadi pembelajaranyang tertuangp dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ( Sisdiknas ),”
Menurut Retno yang juga Guru SMA 13 Jakarta ini dalam bukunya “ Pendidikan Karakter dalam Metode Aktif, Inovatif dan Kreatif “ kita dapat menggali karakter siswa melalui model pembelajar Role Play atau bermain peran, dan sumber belajar tidak hanya berasal dari teks tertulis saja siswa juga bisa menjadi sumber belajar.
“Kemampuan menyimak dan berbicara yang sudah dimiliki seseorang secara alamiah tidaklah cukup tanpa melatih kebiasaan membaca dan menulis, disinilah pentingnya literasi kritis dalam proses pembelajaran sebagai upaya membudayakan menulis dan membaca”. Tambah sekjen FSGI ini, yang selalu menyempatkan membaca minimal 15 menit setelah bangun tidur dan mau tidur.pada akhir presentasinya beliau juga memaparkan kiprah FSGI dan FMGJ dalam memajukan pendidikan nasional. (Lindi Humas Man 7)



Rabu, 24 Agustus 2016

Tidak ada komentar :






Tidak ada komentar :

BON ODORI BERSAMA SISWA SISWI MAN 7 JAKARTA

  
SRENGSENG SAWAH,( Humas Man 7) 24/08/2016. Sejuknya udara pagi setelah di guyur hujan semalaman semakin menambah semangat siswa siswi Man 7 Jakarta ketika mengikuti tarian  Bon Odori pada  pelajaran Bahasa  Jepang, Rabu (24/08/16).Dalam  kegiatan tersebut  terlihat para siswa- siswi sangat antusias ketika gerakan tarian dari   para mahasiswa magang jurusan bahasa jepang dari UHAMKA  dengan penuh semangat. Menurut Dana Maharani, S.SI, yang sekaligus sebagai guru pamong mahasiswa magang tersebut mengatakan  salah satu aplikasi pembelajaran   kontekstual yang dianggap dapat meningkatkan aktifitas dan kreatifitas  paling baik adalah membelajarkan anak didik  melalui praktik langsung  . Selain itu dapat meningkatkan hasil belajar siswa tambahnya.
           
            “Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa magang dari UHAMKA jurusan Bahasa Jepang untuk menambah rasa percaya diri mereka saat berinteraksi dengan peserta didik,” jelasnya. Praktik langsung yang dimaksud beliau adalah menggelar Bon Odori dimana tarian ini sangat popular di Jepang, karena memiliki sejarah 600 tahun  dimana tarian ini berawal dari acara  upacara  Buddhis 'Urabone' dan menari adalah untuk menyambut para arwah leluhur kembali. mewariskan dari nenek moyang dari para penari, itu menciptakan ilusi menari dengan roh. Beberapa daerah memiliki penari memakai topeng untuk meningkatkan pengalaman.Festival Bon Odori diadakan di seluruh Jepang dan sekarang lebih berfokus pada hiburan dan menari daripada tradisi.


            “Proses nyaman, rileks dan tidak merasa terpaksa  ketika mereka berbaur bersama mengikuti gerakan tarian akan menumbuhkan ketertarikan peserta didik dalam  mengembangkan kreatifitas dan inisiatif personal. penerapan praktik langsung  ini dilaksanakan sesuai dengan kompetensi dasar yang akan diajarkan,biasanya  ini lebih efektif dan dapat meningkatkan hasil belajar, karena  mereka melakukannya dengan gembira dan tidak tertekan.” Jelas Dana Maharani, S.SI yang merupakan Guru Bahasa Jepang  Man 7 Jakarta ini menjelaskan pula pentingnya disiplin saat melakukan Kegiatan Belajar Mengajar dengan metode praktik langsung ini. "Ketika kegiatan ini dilaksanakan   hendaklah fokus terhadap pelajaran. Jangan bermain main seperti bermain HP dan aktifitas lainnya," tegasnya.
Dengan disiplin belajar,  yakin para peserta didik  akan dapat dengan mudah menerima ilmu yang diajarkan.(Lindi)